ShopeePay Kuasai Pasar E-wallet Indonesia Versi Survei Neurosensum

Belajangan, tingkat kepuasan dan minat masyarakat Indonesia terhadap layanan pembayaran digital semakin tinggi. Baru baru ini, survei sebuah lembaga riset bernama Neurosensum mengumumkan daftar platform e wallet yang memiliki jumlah pengguna terbanyak di Indonesia. Setidaknya ada lima e wallet yang memegang pasar terbanyak dari survei yang dilakukan si triwulan 2021. Hasilnya adalah dompet digital milik startup Shopee alias ShopeePaymenduduki posisi puncak e wallet yang penggunaannya paling banyak di kalangan para peserta yang disurvei.

Menurut Neurosensum, pnggunaan e wallet sebagai medium transaksi digital yang dilakukan masyarakat saat ini cenderung meningkat. Managing DirectorNeurosensumIndonesia Mahesh Agarwal mengatakan hasil studi ini dilakukan sangat bermanfaat untuk dipelajari lebih lanjut mengenai trend kepuasan masyarakat Indonesia terhadap e wallet. Studi ini akan menyempurnakan strategi pemasaran platform tersebut dan model bisnis dalam peta industri yang lebih luas.

“Dalam masa pandemi, penggunaan e wallet sangat meningkat di Indonesia. Terutama ketika penggunae walletsudah mengungguli perbankan, sehingga e wallet bukanlah sesuatu yang asing lagi saat ini karena menawarkan beragam promo menarik,” ujar Mahesh konferensi pers virtual, Selasa (2/3/2021). Survei Neurosensum dilakukan pada 1.000 responden pengguna aktif e commerce yang berusia produktif yakni antara 19 45 tahun. Survei dilakukan secara serentak di 8 kota besar di Indonesia, khususnya Jabodetabek, kota kota besar di pulau Jawa, serta kota besar lainnya di Indonesia, selama 3 bulan terakhir (November 2020 – Januari 2021). Riset Neurosensum mencatat, ShopeePay mendapatkan pangsa pasar tertinggi (68 persen), diikuti Ovo (62 persen), Dana (54 persen), GoPay (53 persen), dan LinkAja (23 persen).

Bila dipilah lebih rinci lagi, e wallet yang memiliki jajaran promosi terbanyak yang ditawarkan adalah ShopeePay menurut responden (42 persen), Ovo (25 persen), GoPay (16 persen), Dana (13 persen), LinkAja (4 persen). Research Manager Neurosensum Indonesia, Tika Widyaningtyas mengatakan bahwa dompet digital ini tidak hanya mengukur pangsa pasar saja. Lebih dari itu, Neurosensum mencoba untuk mencari tahu dan menghitung kualitas riset menggunakan metode Q&A guna mendapatkan indikator Why. “Riset ini menarik, karena responden menjatuhkan pilihan pada e wallet yang sering menawarkan promo besar. Serta menarik kesimpulan lanskap dompet digital yang aktif di Indonesia selama tiga bulan terakhir karena satu responden memiliki banyak akun e wallet,” kata Tika.

Riset Neurosensum menyimpulkan, lebih dari sepertiga responden atau sekitar 34 persen menganggap ShopeePay sebagai e wallet dengan pertumbuhan terpesat selama 3 bulan terakhir. Di belakangnya ditempati oleh Ovo sebesar 25 persen, Dana 20 persen, GoPay sebesar 17 persen, dan LinkAja sebesar 4 persen.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*