Mengenal NPL Bank: Pengertian, Rumus dan Cara Menurunkannya

cara menurunkan NPL Bank

Non-Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah adalah kondisi di mana peminjam tidak dapat memenuhi kewajiban pembayaran pinjaman sesuai dengan kesepakatan yang telah ditetapkan. NPL dapat memiliki dampak negatif yang signifikan bagi lembaga keuangan, termasuk bank. NPL juga dapat berdampak langsung terhadap Credit Adequacy Ratio (CAR), atau kecukupan modal perbankan untuk menanggulangi berbagai risiko yang mungkin terjadi.

 

Menurunnya arus perputaran kredit menyebabkan bank harus menutupi kebutuhan modalnya dengan modal sendiri, sehingga mengurangi CAR yang dimiliki. NPL juga digunakan sebagai indikasi apakah bank tersebut memiliki masalah atau tidak. Bila tidak disudahi, maka keuangan bank akan kesulitan untuk beroperasi, menurunnya modal pinjaman yang bisa diberikan oleh bank itu sendiri. Dalam situasi yang paling buruk, apabila indikator NPL-nya tinggi, bahkan bisa berujung pada kehancuran bank itu sendiri.

 

NPL dapat terdiri dari kredit yang digolongkan Kurang Lancar (KL), Diragukan (D), dan Macet (M). NPL juga disebut sebagai kredit bermasalah. Bank Indonesia menjelaskan bahwa kategori NPL kerap ditemukan dalam perbankan. Biasanya, NPL dikategorikan ketika status kredit berada dalam kondisi pinjaman dengan tingkat bunga senilai dengan 90 hari setelah dikapitalisasi atau ditunda karena perjanjian awal. NPL adalah pinjaman perbankan dengan kondisi pihak debitur gagal melakukan pembayaran yang dijadwalkan untuk jangka waktu tertentu. Dalam hal tersebut, pihak bank terkena imbas akibat kredit macet tersebut yang akan memengaruhi fungsi bank secara keseluruhan.

 

Rumus NPL Bank

Untuk menghitung tingkat NPL, rumusnya adalah:

 

Total NPL / Total Kredit x 100%

 

Bank Indonesia menyatakan bahwa bank yang sehat adalah bank yang memiliki profil resiko NPL di bawah 5 persen. Profil resiko NPL sebuah bank dapat dikategorikan sebagai sangat sehat jika NPL < 2%, sehat jika 2% < NPL < 5%, dan cukup sehat jika 5% < NPL < 8%.

 

Dalam laporan keuangan, NPL dapat menjadi bahan evaluasi atas kondisi likuiditas, rentabilitas, solvabilitas, dan faktor-faktor lain yang umumnya menggunakan NPL neto. Untuk menghitung NPL adalah dengan membagi jumlah kredit kurang lancar, diragukan, dan macet dengan total kredit yang disalurkan, kemudian dikalikan 100%.

 

Fungsi NPL Bank

Fungsi NPL (Non-Performing Loan) dalam konteks perbankan adalah sebagai indikator kesehatan aset suatu lembaga keuangan, terutama bank. Tingkat NPL merupakan salah satu parameter yang digunakan untuk mengevaluasi kualitas portofolio kredit sebuah bank. Berikut adalah beberapa fungsi NPL dalam konteks perbankan:

  • Indikator Kesehatan Keuangan

Tingkat NPL digunakan sebagai indikator kesehatan keuangan bank. Tingkat NPL yang tinggi dapat menjadi sinyal adanya masalah dalam portofolio kredit bank, sementara tingkat NPL yang rendah menunjukkan kualitas aset yang baik.

  • Pengaruh terhadap Kecukupan Modal

NPL juga dapat berdampak langsung terhadap Credit Adequacy Ratio (CAR), yaitu kecukupan modal perbankan untuk menanggulangi berbagai risiko yang mungkin terjadi. Menurunnya arus perputaran kredit menyebabkan bank harus menutupi kebutuhan modalnya dengan modal sendiri, sehingga mengurangi CAR yang dimiliki.

  • Evaluasi Likuiditas, Rentabilitas, dan Solvabilitas

NPL dapat menjadi bahan evaluasi atas kondisi likuiditas, rentabilitas, solvabilitas, dan faktor-faktor lain yang umumnya menggunakan NPL neto dalam laporan keuangan bank.

  • Penilaian Kinerja Bank

Tingkat NPL yang tinggi dapat menjadi indikator kinerja bank yang kurang baik, sementara tingkat NPL yang rendah menunjukkan kinerja bank yang lebih baik dalam mengelola risiko kredit.

  • Pengaruh terhadap Fungsi Intermediasi Bank

NPL juga dapat berpengaruh terhadap fungsi intermediasi bank, yaitu fungsi utama perbankan dalam mempertemukan pihak yang memiliki kelebihan dana dengan pihak yang membutuhkan dana.

 

Dengan demikian, NPL memiliki peran yang penting dalam mengevaluasi kesehatan keuangan bank dan dapat memberikan gambaran tentang kinerja bank dalam mengelola risiko kredit.

 

Cara Menurunkan NPL Bank

Non-Performing Loan (NPL) atau kredit bermasalah adalah salah satu masalah yang sering dihadapi oleh bank. NPL terjadi ketika peminjam tidak dapat memenuhi kewajiban pembayaran pinjaman sesuai dengan kesepakatan. Berikut ini beberapa cara menurunkan NPL Bank:

  • Meningkatkan Proses Penilaian Risiko

Salah satu langkah penting dalam menurunkan NPL adalah dengan memperkuat proses penilaian risiko. Bank perlu melakukan analisis risiko yang komprehensif sebelum memberikan pinjaman kepada calon debitur. Ini melibatkan penilaian kelayakan kredit, melihat sejarah keuangan calon debitur, dan menganalisis kemampuan mereka untuk membayar pinjaman.

  • Pemantauan Proaktif

Bank harus melakukan pemantauan proaktif terhadap portofolio kredit mereka. Ini termasuk pemantauan pembayaran pinjaman secara teratur, memverifikasi penggunaan dana pinjaman, dan mengidentifikasi perubahan dalam situasi keuangan debitur. Dengan melakukan pemantauan yang cermat, bank dapat mengambil tindakan segera jika ada tanda-tanda kesulitan pembayaran.

  • Penanganan Dini terhadap Kredit Bermasalah

Jika terjadi keterlambatan pembayaran atau masalah lainnya dengan pinjaman, bank harus segera mengambil tindakan. Ini bisa berupa melakukan negosiasi dengan debitur untuk mengatur pembayaran ulang yang sesuai atau menyediakan solusi lain yang dapat membantu debitur dalam mengatasi masalah keuangan mereka.

  • Diversifikasi Portofolio

Bank dapat mengurangi risiko NPL dengan melakukan diversifikasi portofolio kredit mereka. Dengan memberikan pinjaman kepada berbagai sektor ekonomi dan jenis usaha, bank dapat mengurangi eksposur mereka terhadap risiko yang terkait dengan satu sektor atau industri tertentu.

  • Pendidikan dan Penyuluhan Keuangan

Bank dapat memainkan peran aktif dalam meningkatkan literasi keuangan debitur. Dengan menyediakan pendidikan dan penyuluhan keuangan, bank dapat membantu debitur memahami pentingnya pengelolaan keuangan yang baik dan membantu mereka dalam mengelola pembayaran pinjaman secara efektif.

  • Kolaborasi dengan Lembaga Eksternal

Bank juga dapat bekerja sama dengan lembaga eksternal seperti badan penjaminan kredit atau lembaga pemulihan aset (LPA) untuk mengatasi NPL. Kolaborasi ini dapat membantu bank dalam menyelesaikan masalah kredit bermasalah dengan cara yang lebih efisien dan efektif.

  • Penggunaan Teknologi

Penggunaan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) dan analisis data dapat membantu bank dalam mengidentifikasi pola dan tren yang berkaitan dengan NPL. Dengan analisis yang lebih baik, bank dapat mengambil tindakan yang lebih tepat waktu dan efektif dalam menangani NPL.

 

Untuk mengatasi masalah ini, Amartha, perusahaan fintech yang berfokus pada inklusi keuangan, telah mengembangkan Ascore.ai. Platform ini menggunakan kecerdasan buatan dan algoritma yang cerdas untuk membantu bank dalam menurunkan NPL dengan cara yang efektif.

 

Ascore.ai adalah teknologi yang dikembangkan oleh Amartha untuk membantu bank dalam mengurangi NPL. Dengan menggabungkan kecerdasan buatan dan algoritma cerdas, Ascore.ai menganalisis data peminjam dengan lebih akurat dan memberikan informasi yang berharga untuk mengambil keputusan kredit yang lebih baik.

 

Menurunkan tingkat NPL merupakan tantangan yang dihadapi oleh bank. Namun, dengan mengadopsi langkah-langkah yang tepat, bank dapat mengurangi risiko NPL dan meningkatkan kualitas portofolio kredit mereka. Langkah-langkah seperti penilaian risiko yang kuat, pemantauan proaktif, penanganan dini terhadap kredit bermasalah, diversifikasi portofolio, pendidikan keuangan, kolaborasi dengan lembaga eksternal, dan penggunaan teknologi dapat membantu bank dalam mencapai tujuan ini. Dengan mengimplementasikan strategi yang tepat, bank dapat meminimalkan dampak NPL pada kesehatan keuangan mereka dan membangun kepercayaan pelanggan yang kuat.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*