Kampus Mengajar Ciptakan Kolaborasi Guru & Mahasiswa Kemendikbud

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbud Jumeri mengatakan program Kampus Mengajar dapat dimanfaatkan sebagai wadah kolaborasi antara guru dan mahasiswa. Menurutnya, program ini dapat dimanfaatkan sebagai momen saling berbagi pengalaman antara guru dan mahasiswa. Pengalaman ini bukan hanya satu arah dari sekolah ke mahasiswa, tetapi juga dari mahasiswa ke sekolah, bahkan ke komunitas orang tua, atau komunitas KKG.

"Kata kunci yang harus tercipta adalah 'kolaborasi'. Kolaborasi antara guru dan mahasiswa untuk menciptakan inovasi inovasi pembelajaran, supaya adik adik SD, terutama di daerah 3T bisa terbantu belajarnya selama masa pandemi ini" ujar Jumeri melalui keterangan tertulis, Rabu (10/2/2021). Jumeri menyampaikan kepada para kepala dinas agar dapat menerima mahasiswa di satuan pendidikan yang berada di bawah kewenangannya. Dirinya berharap para mahasiswa dapat diberikan bimbingan dan bantuan supaya mereka lancar menjalankan misinya.

Menurut Jumeri, kehadiran para mahasiswa dapat dioptimalkan sebaik mungkin kebermanfaatannya. Para mahasiswa ini dapat menjadi partner diskusi, brainstorming, problem solving dan motivator bagi para guru maupun siswa. “Kedatangan mahasiswa menjadi energi besar bagi anak anak kami di SD untuk memotivasi mereka, membangkitkan semangat dalam mencapai cita cita yang lebih tinggi," tutur Jumeri.

"Percayalah, adik adik mahasiswa, Anda ditunggu di lapangan. Kiprah, dedikasi, dan kemampuan Anda ditunggu anak anak kita yang ada di lapangan,” tambah Jumeri. Seperti diketahui, Kampus Mengajar adalah kegiatan mengajar di sekolah yang merupakan bagian dari program Kampus Merdeka. Program Kampus Mengajar akan menghadirkan mahasiswa sebagai bagian dari penguatan pembelajaran literasi dan numerasi.

Selain itu untuk membantu pembelajaran di masa pandemi, terutama untuk SD di daerah 3T.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*