AstraZeneca Lakukan Uji Keefektifan Vaksin-nya pada Varian Baru Covid-19 yang Ditemukan di Inggris

Produsen obat asal Inggris AstraZeneca Plc mengatakan, vaksin Covid 19 harus efektif melawan varian baru virus corona. Untuk itu kini para peneliti dari AstraZeneca sedang menyelidiki sepenuhnya bagaimana dampak mutasi virus. Dikutip dari , AstraZeneca juga berjuang untuk menguji keefektifan vaksin Covid 19 mereka terhadap varian baru virus yang menyebar cepat dan sedang berkecamuk di Inggris.

Adapun melalui vaksin AZD1222 buatan mereka, sistem kekebalan tubuh dilatih untuk mengenali berbagai bagian protein yang mengalami lonjakan. Sehingga pada saat terpapar dapat segera menghilangkan virus. "Melalui vaksinasi dengan AZD1222, sistem kekebalan tubuh dilatih untuk mengenali berbagai bagian protein lonjakan, sehingga dapat menghilangkan virus jika nanti terpapar," ucap perwakilan AstraZeneca.

Lebih lanjut, suntikan AstraZeneca Oxford dianggap penting bagi negara berpenghasilan rendah dan negara beriklim panas karena lebih murah. Selain itu juga lebih mudah diangkut, dan dapat disimpan dalam waktu lama pada suhu lemari es normal. Data dari uji coba tahap akhir AstraZeneca di Inggris dan Brasil yang dirilis awal bulan Desember 2020 ini menunjukkan vaksin memiliki keefektifan 62 persen untuk peserta uji coba yang diberi dua dosis penuh.

Kemudian, untuk subkelompok yang lebih kecil diberi dosis setengah, kemudian penuh, dan hasilnya 90 persen efektif. Hingga Selasa (22/12/2020) malam, dilaporkan bahwa India kemungkinan akan menyetujui vaksin AstraZeneca untuk penggunaan darurat minggu depan. Mutasi yang dikenal sebagai garis keturunan B.1.1.7 disebut sebut 70 persen lebih menular dan lebih mengkhawatirkan anak anak.

Di Inggris, sebanyak 16,4 juta orang, atau 31 persen dari populasi, telah mengikuti langkah langkah level 4 yang paling ketat, termasuk menaati imbauan tinggal di rumah dan penutupan toko toko tertentu. Bagian lain Inggris juga memperketat tindakannya. Wales memberlakukan lockdown yang ketat pada 20 Desember 2020, sementara Skotlandia telah melarang perjalanan ke dan dari wilayah Inggris lainnya untuk Natal.

Baik Skotlandia dan Irlandia Utara akan melakukan lockdown pada 26 Desember 2020. Di luar Inggris, jenis virus corona baru ini telah terdeteksi di Australia, Denmark, dan Belanda, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Untuk mencegah penyebaran varian baru, beberapa destinasi menutup pintunya bagi para pelancong dari Inggris.

Jerman, Irlandia, Italia, Austria, Rumania, Belanda, dan Belgia mengatakan mereka akan memblokir perjalanan udara dari Inggris. Sementara Hong Kong, India , Kanada, Iran, Pakistan, Polandia, Spanyol, Swiss, Swedia, Rusia, dan Yordania telah menangguhkan perjalanan untuk warga Inggris. Lalu, Arab Saudi, Kuwait, dan Oman telah menutup perbatasan mereka sepenuhnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*